Entri Populer

Rabu, 01 Januari 2014

Tugas I : CERPEN


Cintaku Nyasar Di Nama

Cinta??? kalian pasti pernah merasakannya. Ada yang berakhir bahagia dan ada juga yang berakhir dengan pahit. Ya itulah yang namanya cinta. Klo semuanya berakhir dengan bahagia ga seru donk. namaku April, ceritaku di mulai saat aku kelas 2 Smp. Aku adalah cewe polos yang belum tau apa arti cinta yang sesungguhnya.

Saat pertama masuk kelas baru dan punya teman-teman kelas baru. Aku belum punya banyak teman yang aku kenal adalah cuma teman yang dulu waktu kelas 1 bareng. Dalam kelas itu aku baru liat cowo yang bisa mengalihkan pandanganku. Aku tidak tau kenapa. Mungkinkah aku jatuh cinta padanya entahlah.

Keesokan harinya adalah pelajaran olah raga. Aku berbincang - bincang sama teman yang baru aku kenal dia namanya Izza.
"Pril, Kamu rumahnya dimana?", tanya Izza..
" Aku di komplek D “ jawab ku...
"Wah sama donk. Aku juga di komplek D deket rumahnya Radit loh" gumamnya..
"Radit siapa?" jawab ku dengan penasaran…
" Itu Radit yang lagi main basket" jawabnya. sambil menunjuk cowo yang aku kagumi…
" Oh dia.. " jawabku…

Aku heran ternyata dia satu komplek juga dengan ku, tapi aku ga pernah liat dia ya. Dan sekarang aku baru tau ternyata dia namanya Radit. lalu aku melihatnya yang sedang main basket. Dia ganteng banget klo lagi main basket. Tiba-tiba aku dikagetkan oleh seseorang dia adalah Dwi.
"Hey... kamu lagi liatin siapa, Pril?” tanyanya.
"Ga apa-apa ko. Aku lagi mikir aja knapa dunia ini begitu sempit?
"Emang knapa?
"Ga kenapa-kenapa, oh ya pipi kamu tembem banget... pasti sering di cubitin cowo kamu ya?” ejek ku sambil mengalihkan pembicaraan.
"Emang pacar aku siapa?" jawabnya
"Radit kan" jawabku asal....
"Oh.. jangan-jangan kamu yang suka sama Radit" ejeknya..
"Enak aja. Siapa lagi yang suka sama Radit" lalu aku meninggalkan Dwi...

Keesokan harinya, tidak tau kenapa sepertinya hari ini ada yang beda, saat aku masuk kelas. Teman-temanku semuanya menatap aku. Aku tidak tau kenapa. Begitu pun saat Radit masuk mereka menatapnya.

Tiba-tiba temanku yang namanya hampir sama denganku yaitu Prilly. Menyapaku. Ya... namanya memang hampir sama denganku namaku Apriliani Safitri, sedangkan dia Prilly Indah. Kami sama-sama di panggil April. Tapi kami ga pernah masalahin itu semua. Lalu pelajaran pun dimulai saat bapak guru absen aku
"Apriliani safitri" tanya guru
"Hadir,pa? sambil aku mengangkat tangan. Lalu tiba-tiba suara Aziz, ia salah satu teman kelasku yang jahil memotong pembicaraan ku. "Salah,pa namanya bukan Apriliani Safitri tapi Apriliani Hidayat" ketusnya.

Lalu teman-teman ku semuanya tertawa. aku baru sadar yang disambungin namanya sama namaku kan namaya Radit. Tepat sekali karena namaya Radit Hidayat. Aku heran ko mereka ngejekin aku sama radit klo aku suka sama radit padahalkan tidak. Aku tidak tau siapa yang nyebarin gosip ini. Kini setiap hari-hariku selalu diwarnai gosip itu. Kadang aku merasa bersalah sama Radit soalnya dia kan nggak tau apa-apa. Setiap hari dia di gosipin sama aku dan karena hal itulah aku dan Radit selalu menghindar. Kita jarang banget ngobrol.

Suatu ketika aku mendapat tugas kelompok dan yang menjadi kelompokku adalah Prilly, Nevy, Tika, Danis, Aziz, dan yang terakhir adalah Radit. aku tidak menyangka bakalan satu kelompok sama dia. Dan kamipun sepakat untuk mengerjakan tugasnya besok di rumahnya Tika.

Keesokan harinya sepulang sekolah kami bersma-sama ke rumahnya Tika. Selama perjalanan aku berbincang-bincang sama teman-teman yang lain kecuali sama Radit. Sikapku selalu digin kepadanya begitupun dia, aku tak tau kenapa aku bersikap kaya gitu mungkin karena kita takut kalo gosip yang beredar tambah marak.

Sesampainya di rumah Tika. Kami mengerjakan tugasnya bersama-sama dan saling berdiskusi. namun aku dan Radit tidak pernah saling menyahut, kita saling sibuk sendiri. Aku berdiskusi dengan Tika dan dia berdiskusi dengan Aziz. setelah selesai kami bersantai dan aku liat disitu ada gitar aku hampir mengambilnya lalu direbut duluan oleh Nevy.
"Ih... Nevy aku kan mau pinjam," kataku
"Kan aku dulan yang dapet" jawabnya
"Iya deh. Tapi nanti aku pinjam ya" ujarku
" iya" jawab Nevy...

Setelah Nevy bosen sama gitar itu ia memberikannya kepadaku. lalu aku mainkan, walaupun aku tidak jago main gitar, tapi tiba-tiba saat aku sedang memainkannya cincinku nyangkut di senar gitar,
 "Aduh Bagaimana nih.."
"Ih... gitarnya nggak mau lepas dari kamu kali. Itukan gitarnya Radit" ejek Tika…

Aku lalu tersipu malu dan segera melepaskan gitar ini dari cincin ku. Lalu aku meletakannya kembali. Aku menyesal telah meminjam gitar itu. Gara-gara gitar itu aku jadi di ledekin.

Hari berganti hari, bulan pun berganti bulan, ini adalah saat-saat terakhir aku di kelas 2 karena seminggu lagi dah pembagian Raport. Pada hari itu aku tahu bahwa ternyata Prilly lah yang sebenarnya suka sama Radit. Dan sekarang aku tau kenapa aku di ledekin kalo aku suka sama Radit, padahal kan yang suka Prilly. Mungkin karena nama kami hampir sama jadi teman-teman kira akulah yang suka sama Radit. Tapi karena aku digosipin sama Radit, aku juga mulai menyukainya walaupun aku tidak berharap memilikinya. Tapi aku juga berfikir kasihan juga sama Prilly betapa sakit hatinya kalo setiap harinya mendengar gosip bahwa orang yang di cintainya disukai oleh orang lain. mungkin kalo aku jadi dia aku pasti nggak trima. Tapi bukan salahku juga kan? Soalnya yang mengejek aku suka sama Radit itu kan bukan aku, walaupun begitu aku merasa bersalah sama Radit dan Prilly. Sudahlah semuanya sudah terlanjur.

Setelah bertahun-tahun semuanya telah berlalu. Kini aku sudah kelas 3 sma, aku pun tak pernah mendapat kabar tentang Radit maupun Tentang Prilly. Saat itu aku diberi nomornya Radit oleh Ovie teman kelasku saat sama. Yasudahlah lalu aku smsan sama Radit dan aku bilang sama dia kalo aku minta maaf dan merasa bersalah karena aku, dia selalu di gosipin sama aku, dan diapun menerima maafku dan dia menganggapnya kenangan yang telah berlalu.

Setalah beberapa bulan.. aku mendapat kabar sedih bahwa Prilly telah meninggal dunia. Aku pun shock mendengar berita tersebut. aku menyasal karena dulu aku telah membuatnya sedih karena akulah yang sering digosipkan dengan Radit padahal dia yang sangat mencintai Radit bukan aku. Aku cuma bisa berdoa semoga Prilly bahagia disisi Allah walaupun tanpa cinta dari Radit....

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2

Tugas II : Penjelasan dan ciri-ciri dari :

1. Karangan Narasi
    Narasi adalah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa yang biasanya disusun menurut urutan waktu. Yang termasuk narasi adalah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, otobiografi.
* Ciri - ciri atau karakteristik karangan Narasi:
A. Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa.
B. Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir.
C. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian.
D. Latar ( setting ) di gambarkan secara hidup dan terperinci.
2. Karangan Eksposisi
     Karangan eksposiai adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan, memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.
* Ciri - ciri atau karakteristik karangan eksposisi:
A. Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya.
B. Menyatakan suatu yang benar-benar terjadi ( data faktual ).
C. Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak.
D. Menunjukan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada.
E. Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu.
3. Karangan Persuasif
    Karangan persuasif adalah karangan yang tujuannya untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.
* Ciri - ciri atau karakteristik karangan persuasif:
A. Terdapat himbauan atau ajakan.
B. Berusaha mempengaruhi pembaca.
4. Karangan Deskripsi
    Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca melihat, mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.
* Ciri - ciri atau karakteristik karangan deskripsi:
A. Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu.s
B. Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang dideskripsikan.
C. Sifat penulisny objektif karna selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal yang di personifikasikan.
D. Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis ( objektif ), impresionistis ( subjektif ), atau sikap penulis.
5. Karangan Argumentasi
    Karangan argumentasi adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata. 
* Ciri - ciri atau karakteristik karangan argumentasi:
A. Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca.
B. Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar.
C. Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca.
D. Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas.
E. Dalam membuktikan kebenaran pendapat, pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian.
Sumber = evo3cx.wordpress.com/2013/11/10/jenis-jenis-karangan-menurut-pengertian-dan-ciri-ciri-karangan/

Rabu, 13 November 2013

100 Istilah Dalam Ekonomi/Akuntansi

  100 Istilah Dalam Ekonomi/Akuntansi
 
1.       AD : Permintaan Agregat
2.       AS : Penawaran Agregat
3.       AE : Pengeluaran Agregat
4.       ATC : Biaya total rata-rata
5.       AVC : Biaya variable rata-rata
6.       C : konsumsi
7.       CPI : harga indeks konsumen
8.       D : permintaan
9.       E : Ekuilibrium
10.   Fed : Federal Reserve Board
11.   G : Pengeluaran Pemerintah
12.   GDP : Produk Domestik Bruto
13.   GDP : Produk Nasional Bruto
14.   I : Pengeluaran Investasi
15.   i : Tingkat Bunga
16.   LR : Jangka Panjang
17.   LRAS : Penawaran Agregat Jangka Panjang
18.   M : Impor
19.   M1,M2,M3, dst. : Penawaran Uang
20.   MC : Biaya Marginal
21.   MEC : Efisiensi Modal Marginal
22.   MP : Produk Marginal
23.   MR : Pendapatan Marginal
24.   MRP : Produk Pendapatan Marginal
25.   OPEC : Organization of Petroleum Exporting Countries
26.   p : Harga
27.   P : Tingkat harga
28.   q : Kuantitas
29.   r : Tingkat bunga
30.   S : Penawaran
31.   SR : Jangka pendek
32.   SRAS : Penawaran agregat jangka pendek
33.   T : Pajak penghasilan
34.   TC : Biaya total
35.   TR : Pendapatan total
36.   X : Ekspor
37.   X-M : Ekspor bersih
38.   Y : Pendapatan nasional
39.   Y* : Pendapatan potensial penuh (tenaga kerja penuh)
40.   Yd : Pendapatan bersih
41.   Ã¥ (sigma) : Jumlaha
42.   Ï€ (pi) : Laba
43.   Î· (eta) : Elastisitas
44.   ∆ (delta) : Perubahan
45.   AFC : biaya tetap rata-rata
46.   AP : produk rata-rata
47.   AC : biaya rata-rata
48.   AR : pendapatan rata-rata
49.   Harga Absolut : banyaknya uang yang harus dibelanjakan untuk memperoleh 1 unit komoditi.
50.   Keunggulan Absolut : keunggulan yang dimiliki suatu Negara terhadap Negara lain dalam memproduksi suatu komoditi.
51.   Harga Mati : harga yang secara sengaja ditentukan oleh penjual, dan bukan oleh kekuatan pasar.
52.   Agents : pengambil keputusan, termaksud rumah tangga, perusahaan dan badan pemerintah.
53.   Permintaan Agregat : total pembelian yang diinginkan oleh semua pembeli terhadapa output perekonomian.
54.   Gejolak Permintaan Agregat : suatu pergeseran dalam kurva permintaan agregat.
55.   Pengeluaran Agregat : pengeluaran total terhadap output akhir perekonomian,
AE = C + I + G + ( X – M )
56.   Kurva Permintaan Agregat, Kurva AD : menghubungkan jumlah total output yang akan diminta dengan tingkat harga output itu.
57.   Kurva penawaran agregat, kurva AS : menghubungkan jumlah total output yang akan diproduksi dengan tingkat harga output itu.
58.   Gejolak penawaran agregat : suatu pergeseran dalam kurva penawaran agregat
59.   Gejolak permintaan agregat : suatu pergeseran dalam kurva permintaan agregat
60.   Anuitas : sejumlah uang tertentu yang dibayarkan menurut interval tertentu, selama periode yang di tentukan.
61.   Hukum antitrust : hokum yang dirancang untuk melarang perolehan dan penerapan monopoli oleh perusahaan bisnis
62.   Apresiasi : kenaikan nilai mata uang domestic di pasar bebas, dinyatakan dalam mata uang asing
63.   Elastisitas busur : ukuran tentang drajat respon rata-rata kuantitas terhadap harga pada suatu interval kurva permintaan
64.   Alokasi sumber daya : pendistribusian faktor-faktor produksi yang tersedia untuk berbagai jenis pengunaan yang mungkin.
65.   Anggaran berimbang : situasi yang terjadi apablia pendapatan yang sekarang persis sama dengan pengeluaran yang sekarang
66.   Pengganda anggaran berimbang : perubahan pendapatan dibagi dengan perubahan pembiayaan pengeluaran pemerintah yang dibiayai pajak.
67.   Kebijakn pertumbuhan berimbang : kebijakan yang dirangsang untuk menghasilkan pertumbuhan yang simultan di semua sektor ekonomi.
68.   Perkiraan neraca pembayaran : ringkasan catatan transaksi suatu Negara yang menyangkut pembayaran, atau penerimaan dengan valuta asing.
69.   Defisit neraca pembayaran : situasi dimana penerimaan pada transaksi berjalan dan neraca modal lebih kecil daripada pembayaran
70.   Surplus neraca pembayaran : situasi dimana penerimaan pada transaksi berjalan dan neraca modal melebihi pembayaran
71.   Neraca perdagangan : selisih antara nilai eksport dengan nilai impor barang-barang
72.   Neraca : laporan keuangan yang menunjukan kekayaan perusahaan dan kewajiban terhadap kekayaan itu pada saat tertentu
73.   Surat utang bank : kertas berharga yang diterbitkan bank-bank komersial
74.   Barter : system dimana barang dan jasa diperjualbelikan langsung dengan barang dan jasa lainnya
75.   Black market : situasi yang terjadi bila barang dijual secara tidak resmi
76.   Obligasi : bukti utang dalam jumlah dan jadwal pembayaran bunga tertentu
77.   Boikot : penolakan secara bersama-sama untuk membeli dan menjual suatu komoditi tertentu
78.   Harga impas : harga dimana perusahaan benar-benar mampu menutup semua biayanya
79.   Tingkat impas pendapatan : situasi ketika total pengeluaran konsumsi sama denga total
80.   pendapatan disposebel
81.   Sisa anggaran : silisih antara total pendapatan dengan total pengeluaran pemerintah
82.   Defisit anggaran : pendapat berada di bawah pengeluaran
83.   Surplus anggaran : pendapatan berada di atas pengeluaran
84.   Siklus ekonomi : pola jangka panjang fluktuasi tingkat kegiatan ekonomi yang teratur
85.   Kapasitas : tingkat output yang berkaitan dengan total biaya rata-rata jangka pendek yang minimum
86.   Modal : factor produksi yang terdiri dari semua perlengkapan pabrik untuk proses produksi selanjutnya
87.   Neraca modal : bagian dari perkiraan neraca pembayaran yang mencatat pembayaran / penerimaan yang timbul dari impor dan ekspor modal keuangan jangka panjang dan jangka pendek
88.   Peningkatan modal : penambahan modal pada proses produksi sehingga meningkatkan ratio modal terhadap tenga kerja
89.   Kapitalis : seseorang yang memiliki barang-barang modal
90.   Sistem ekonomi kapitalis : system ekonomi dimana kepemilikan modal terutama dikuasai oleh swasta dan bukan oleh pemerintah
91.   Nilai kapitalisasi : nilai harta yang diukur berdasarkan nilai sekarang atas arus pendapatan yang diharapkan akan diperoleh
92.   Rasio modal tenga kerja : suatu ukuran besarnya modal per-pekerja dalam suatu perekonomian
93.   Rasio modal output : rasio antara modal terhadap nilai output tahunan yang diproduksi oleh modal itu
94.   Persediaan modal : kuantitas agregat dari barang modal suatu Negara
95.   Perluasan modal : penambahan modal pada proses produksi supaya proporsi faktor-faktor produksinya tidak berubah
96.   Kartel : organisasi para produsen yang sepakat untuk menjadi satu penjual tunggal
97.   Bank sentral : bank yang bertindak sebagai banker bagi system perbankan komersial dan seringkali juga bagi pemerintah
98.   Sertifikat deposito : deposito berjangka yang dapat di negosiasikan dan mempunyai suku bunga yang lebih tinggi dari pada deposito berjangka biasa
99.   Ceteris paribus : biasanya digunakan dalam dunia ekonomi untuk menunjukan bahwa semua variable kecuali satu variable yang disebutkan, diasumsikan tidak berubah
100.  Perubahan permintaan : kenaikan atau penurunan kualitas yang diminta pada tiap harga yang mungkin dari suatu komoditi

Artikel Perekonomian Indonesia (Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar melemah)


Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar melemah


Kalimat Deduktif
Nilai tukar Rupiah ke Dollar saat ini menjadi sorotan bagi masyarakat dan para pakar ekonomi. Kelemahan nilai tukar rupiah pada dollar Amerika Serikat dinilai saat ini dapat menahan laju perkembangan ekonomi nasional, hal ini dikarenakan tingginya ongkos yang di keluarkan untuk kepentingan impor bahan mentah menjelang bulan Ramadhan. Perihal ini dikarenakan beberapa besar bahan baku untuk rata-rata industri di Indonesia dipenuhi dari impor, layaknya hanya seperti bahan bakar serta bahan industri non-bahan bakar.
Salahsatu efek dari pelemahan rupiah yakni makin ketatnya peraturan kartu kredit. Sebagaimana telat diketahui, perkembangan kredit akan tunjukan perlambatan ekonomi, menyusul berlangsungnya kontraksi. Disamping itu, inflasi serta nilai Rupiah yang meraih titik rekor tertingginya. Hal ini dapat memaksa bank untuk mengurangi penyaluran kredit. Beberapa media juga menyorot permasalahan ini. Salah satu permasalahan ini juga adalah dari utang valas.
Untuk pelaku sektor riil, pelemahan rupiah akan menghimpit margin disektor manufaktur. Menurut data BPS 2011, City Research mengidentifikasi bahwa kinerja sektor tersebut cukup rawan pada pelemahan nilai tukar. Perihal ini lantaran manufaktur sangatlah bergantung pada impor bahan baku oleh eksportir, serta pasar ekspor yang saat ini bisa dibilang rendah.
Pasar ekspor yang saat didominasi sebagian industri yang terhitung dalam kelompok ini adalah kendaraan baja, bahan kimia dan farmasi manufaktur. Akan tetapi ada juga industri yang mempunyai impor rendah atau biasa disebut lob impor content, tetapi beberapa ekspor yang besar dapat mendapat keuntungan dari melemahnya mata uang, seperti minyak kelapa sawit,kertas dan manufaktur furnitur.

Kalimat Induktif
Selain menurunnya ekspor, perubahan kebijakan moneter di negara adikuasa, misalnya Amerika Serikat juga mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. Amerika Serikat memperketat pembiayaan atau likuiditas global. Dahulu, dolar gampang masuk ke Indonesia melalui sejumlah proyek. Kini nilai tukar dolar terhadap rupiah semakin menguat hampir di seluruh dunia. “Sekarang dolar kembali ke kandang masing-masing karena ekonomi negara adikuasa mulai bergerak,”
Menurut Boediono tidak hanya Indonesia yang mengalami nilai tukar rupiah yang anjlok, melainkan juga Jepang dan Malaysia.

Boediono menyebut kegawatan ekonomi saat ini belum bisa dikatakan sebagai krisis. Hanya saja, ia mengimbau pemerintah pusat dan daerah untuk waspada terhadap situasi ini. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah meningkatkan pendapatan dari sektor pajak, investasi, dan melakukan pengurangan impor misalnya dengan mengganti solar dengan bio diesel. “Jangan santai-santai. Bisa saja pertumbuhan ekonomi kita anjlok hingga dua persen,” katanya.

Boediono juga meminta pejabat pemerintah selalu efektif dan efisien menggunakan anggaran. Kepala daerah, kata Budiono, hendaknya meningkatkan kualitas penyerapan anggaran. Salah satunya adalah mempermudah kalangan usaha untuk berinvestasi. Ia meminta kepala daerah menerapkan aturan usaha yang sederhana. Dia juga meminta pencabutan aturan yang menghambat kemudahan investasi.

Selama ini, pengusaha kerap mengeluhkan persyaratan yang terlalu rumit. Dampaknya pengusaha dari luar negeri dan Indonesia banyak yang pindah untuk berinvestasi ke negara lain. Misalnya pindah ke Vietnam dan Bangladesh karena persyaratan usaha lebih mudah. “Pemodal dalam negeri kalau diberi karpet merah di luar negeri ya ke sana. Jangan mengandalkan nasionalisme kalau menyangkut uang,”